Biologi Kelas 9 Semester 1

BIOLOGI KELAS 9 SEMESTER 1

 

BAB 1. SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA

Dalam proses metabolisme tubuh dan pencernaan dihasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh, supaya tidak menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia. Dalam proses pengeluaran zat sisa terdapat beberapa istilah, yaitu :

  1. Defekasi, adalah pengeluaran sisa pencernaan melalui anus.
  2. Ekskresi, adalah pengeluaran zat-zat sisa metabolism yang tidak berguna lagi bagi tubuh.

Contoh : urine dan keringat.

  1. Sekresi, adalah pengeluaran zat dari suatu kelenjar yang masih dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Contoh : enzim dan hormone.
  1. A.    Alat-alat Ekskresi
  2. 1.      Paru-paru

Darah yang masuk ke dalam paru-paru berasal dari arteri paru-paru. Pada gelembung paru-paru (alveolus), darah mengikat O2 dan melepaskan CO2. Alvelous inilah yang betugas melepaskan CO2 dan uap air melalui proses pernapasan, yaitu pada waktu fase ekspirasi.

  1. 2.      Hati (hepar)

Hati merupakan penghasil kelenjar paling besar didalam tubuh. Zat sisa yang dihasilkan oleh hati berupa cairan empedu, cairan empedu ini diperoleh dari hasil perombakan eritrosit yang sudah tua atau rusak oleh sel-sel histiosit yang terdapat didalam hati. Apabila saluran empedu tersumbat maka cairan empedu masuk dalam aliran darah sehingga darah berwarna kekuningan dan ini akan tampak pada bola mata dan kuku.

Penyakit ini lazim disebut hepatitis (sakit kuning)

Fungsi hati, yaitu :

  1. Sebagai alat ekskresi (mengeluarkan urea dan zat warna empedu).
  2. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
  3. Mengatur kadar gula dalam merah.
  4. Menetralkan racun yang masuk bersama makanan didalam tubuh.
  5. Tempat pembentukan pro vitamin A menjadi vitamin A.
  6. 3.      Ginjal (ren)

Manusia mempunyai sepasang ginjal, terletak didalam rongga perut bagian belakang atau punggung. Organ ini berfungsi sebagai penyaring darah, Zat-zat yang disaring oleh ginjal :

  1. Air
  2. Garam
  3. Amonia
  4. Urea

Proses Pembentukan Urine

Proses pembentukan urine manusia, melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

 

  1. a.      Filtrasi (Penyaringan)

Proses penyaringan darah didalam ginjal terjadi di Glomerullus, yang hasilnya berupa urine primer dan ditampung  sementara didalam kapsula bowman. Atau urine primer ini biasa disebut filtrate glomerullus.

Kandungan Urine Primer :

  1. Air
  2. Garam
  3. Glukosa
  4. Asam amino
  5. Asam urat
  6. Sedikit hormone
  7. b.      Reabsorbsi (Penyerapan kembali)

Proses reabsorsi ini terjadi didalam Tubullus Kontortus Proksimal (TKP).

Hasilnya disebut : Urine sekunder. Adapun yang direabsorbsi adalah :

  1. Air
  2. Glukosa
  3. Asam amino
  4. Garam-garam mineral
  5. Ion-ion
  6. c.       Augmentasi

Proses augmentasi didalam Tubullus Kontortus Distal (TKD).

Hasilnya disebut : Urine tertier (urine jadi) dan akan ditampung sementara didalam Tubullus kolektivus (saluran pengumpul urine).

  1. 4.      Kulit (Dermis)

Kulit manusia terbagi menjadi 3 lapisan, yaitu :

  1. Epidermis, tersusun atas :
  • Stratum Korneum
  • Stratum Lusidum
  • Stratum Granulosum :

Terdapat pigment kulit.

  • Stratum Germinativum :

Selnya aktif membelah bila terjadi luka.

  1. Dermis (lapisan kulit jangat)

Tersusun atas :

  • Kelenjar Sudorifera (kelenjar keringat)
  • Kelenjar Sebecea (kelenjar minyak)
  • Ujung-ujungnya saraf
  • Kapiler-kapiler darah
  1. Jaringan ikat bawah kulit
  • Tempat untuk menyimpan lemak dan sebgai isolator panas.

Zat sisa yangdikeluarkan dari pori-pori kulit adalah keringat. Selain sebagai alat ekskresi, pengeluaran keringat oleh kulit juga berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu tubuh (regulasi suhu tubuh)

Factor – factor yang mempengaruhi pemroduksian keringat adalah :

  1. Aktifitas
  2. Usia
  3. Suhu
  4. Kelembapan
  5. Berat badan

Fungsi kulit selain sebagai alat ekskresi, antara lain :

  1. Sebagai pelindung tubuh
  2. Sebagai indera peraba
  3. Sebagai tempat menyimpan kelebihan lemak
  4. Sebagai tempat pembentukan pro vitamin D menjadi vitamin D
  5. Sebagai regulator (pengatur) suhu tubuh
  1. B.     Kelainan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi
    1. Paru-paru basah : Adanya kandungan air dalam paru-paru
    2. Tuberculosis (TBC) : Adanya bacteri penyebab TBC dalam paru-paru
    3. Hepatitis : Adanya infeksi virus hepatitis pada hati
    4. Serosis : Kanker pada hati
    5. Nephrolithiasis (batu ginjal) : Pengendapan kalsium dalam ginjal
    6. Diabetesi Insipidus (kencing terus menerus) : Kekurangan hormone ADH (anti deuritik hormone)
    7. Diabetes mellitus (kencing manis) : Adanya kandungan zat gula yang terlalu tinggi dalam urine  atau rusaknya tubullus ginjal sehingga tidak dapat menyerap gula
    8. Albuminaria : Adanya kandungan protein dalam urine (rusaknya badan malphigi)
    9. Haematuria / uremia : Adanya sel-sel darah dalam urine
    10. Nefritis : Peradangan pada nefron karena terinfeksi kuman

BAB 2. SISTEM REPRODUKSI & PENYAKIT PADA MANUSIA

 

              Sistem Reproduksi Pria

                          Organ-organ yang membangun system reproduksi pria :

  1. Testis

Testis adalah kelenjar pria yang memproduksi spermatozoa dan hormone testosterone. Testis berjumlah dua buah berbentuk seperti bakso.

  1. Saluran reproduksi

–          Epididimis     : Saluran halus dalam kantong testis atau skrotum

–          Vas deferens  : Saluran lanjutan epididimis yang mengarah keatas

–          Urethra          : Saluran yang keluar dari kandung kemih

  1. Alat Kelamin Luar

Alat kelamin luar berupa skrotum atau kantong testis dan penis yang merupakan alat kopulasi.

Hormon reproduksi pria:

  1. FSH (Folicle Stimulating Hormone)

Dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, berfungsi merangsang sekresi hormone testosterone.

  1. Testosteron

Dihasilkan oleh testis, berfungsi merangsang sekresi hormone testosterone, juga mempengaruhi timbulnya kelamin sekunder pria, antara lain:

–          Suara menjadi besar

–          Tumbuh kumis, jambang, dan lain-lain

–          Bentuk dada bidang

–          Munculnya jakun

Kelenjar kelamin pria:

  1. Testis

Berjumlah dua buah, berfungsi memproduksi spermatozoa

  1. Vesica seminalis (kantong sperma)

Kelenjar ini mensekresi cairan nutrien bagi spermatozoa

  1. Prostat

Kelenjar prostat berfungsi mensekresi  cairan alkalis (basa), untuk kelangsungan hidup spermatozoa. Kelenjar prostat terkadang mengalami pembekakan pada usia lanjut, sehingga menyumbat saluran urethra. Hal demikian diperlukan operasi

Sistem Reproduksi Wanita

                          Organ ynag membangun system reproduksi wanita:

  1. Ovarium

Ada dua buah, terletak dalam rongga perut berbentuk padat, berfungsi memproduksi ovum.

  1. Saluran reproduksi

–          Infindibulum             : saluran berbentukcorong untuk menangkap ovum saat

ovulasi

–          Saluran reproduksi     : saluran tempat terjadinya fertilisasi

–          Uterus (rahim)           : tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio

–          Vagina                       : liang kelahiran janin

  1. Alat kelamin luar

Berupa vulva (celah) yang dibangun oleh labium (bibir) mayor dan minor

Hormone reproduksi wanita:

  1. Estrogen

Diproduksi oleh ovarium, berfungsi memacu pematangan ovum dan pertumbuhan alat kelamin

  1. Progesterone

Diproduksi oleh corpus luteum (bekas wadah ovum), berfungsi mempengaruhi dan mempertahankan penebalan dinding rahim, pada waktu kehamilan. Jika tidak terjadi kehamilan corpus luteum berdegenarasi dan hormone progesterone tidak disekresi maka dinding rahim meluruh, peristiwa ini disebut menstruasi.

  1. FSH (Folicle Stimulating Hormone)

Dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, FSH berperan dalam proses oogenesis

  1. Prolaktin

Dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, berfungsi dalam pembentukan air susu

Perkembangan embrio dalam rahim

Setelah terjadi pembuahan terbentuklah zigot. Zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan melalui beberapa fase, yaitu : Morula, Blastula, Gastrula, dan Fetus (janin).

Fetus sudah terbentuk kira-kira bulan ketiga, selanjutnya perubahan yang menonjol adalah proses pertumbuhan. Hal-hal yang dibutuhkan fetus (embrio) dalam rahim antara lain: Oksigen, zat makanan, system ekskresi, dan perlindungan dari guncangan, pada bulan keenam biasanya bayi membalikkan kepalanya kebawah dan proses kelahiran keurang lebih pada akhir bulan kesembilan.

Penyakit AIDS dan Penyakit Kelamin

Penyakit AIDS (Acquered Immune Deficiency Syndrome) artinya gejala penyakit akibat turunnya system kekebalan tubuh. Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV (Human Immonodeticiency Virus), vaksin dan obatnya belum ditemukan.

Perilaku seseorang yang beresiko terkena AIDS antara lain:

  1. Hubungan seks bebas
  2. Jarum tato
  3. Jarum suntik
  4. Transfuse darah dengan dengan penderita AIDS
  5. Ibu hamil terkena HIV

Jadi penularan AIDS terjadi melalui:

  1. Cairan sperma
  2. Cairan vagina
  3. ASI
  4. Darah

Selain penyakit AIDS yang terkait dengan system reproduksi, terdapat pula penyakit menular seksual, yang sering disebut penyakit kelamin, misalnya : Gonorhoe atau kencing nanah, umumnya terdapat pada wanita. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neiseria Gonorhoe. Penyakit sipilis, pada umumnya terdapat pada pria sering juga disebut penyakit raja singa, penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri Triponema pallidum.

BAB 3. SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDERA PADA MANUSIA

 

  1. I.       Pendahuluan

Sistem saraf dan system hormonal berfungsi mengatur seluruh aktifitas organ tubuh, sehingga disebut system koordinasi. Sistem koordinasi bekerja enerima rangsangan, mengolah kemudian meneruskan rangsangan. Sistem saraf bekerja untuk komunikasi antar organ dengan aliran listrik sedang system hormonal bekerja untuk komukasi antar organ secara kimiawi. Sementara alat tubuh yang berfungsi sebagai penerima rangsang adalah alat indera. Coba sekarang renungkan, pada saat kalian merasa lapar, dihadapanmu terhidang makanan, apa yang akan terjadi pada diri kalian dan organ tubuh apasajakah yang beraktifitas? Diskusikan!


 

  1. II.    Sistem Saraf Pada Manusia
  2. A.    JENIS SEL PENYUSUN SISTEM SARAF
    1. 1.      SEL SARAF

Sel saraf merupakan bagian utama dari system saraf, yang peka terhadap rangsangan dan mampu menghantarkan rangsangan pesan yang dihantarkan sel saraf (impuls).

Sel saraf atau neuron tersusun atas:

  1. Badan sel saraf

Merupakan pengendali kerja sel saraf yang mempunyai inti sel dan sitoplasma serta banyak mengandung mitokondria

  1. Dendrit

Merupakan tonjolan protoplasma pada sel dan bercabang-cabang pendek mempunyai fungsi menerima dan menghantarkan impuls saraf dari luar sel saraf menuju ke badan sel

  1. Neurit atau akson

Merupakan penjuluran yang panjang dari badan sel saraf. Neurit diselimuti oleh lapisan myelin disebelah dalam sel schwan (neurilemma) disebelah luar. Daerah akson yang tidak diselimuti meilin membentuk lekukan yang disebut nodus ranvier

Nodus ranvier berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls saraf. Selubung meilin tidak membungkus bagian ujung akson. Ujung akson sel saraf lain akan bersambungan dengan dendrite.  Persambungan tersebut membentuk sinapsis.

Berdasarkan fungsinya sel saraf dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Neuron Sensoris (aferen), berfungsi menghantarkan rangsangan dari reseptor (penerima rangsangan) ke pusat saraf
  2. Neuron Motoris (eferen), berfungsi menghantarkan rangsangan dari saraf pusat ke efektor (otot dan kelenjar)
  3. Neuron Konektor, berfungsi sebagai penghubung antar neuron dana menghubungkan di sum-sum tulang belakang dan otak neurit
  4. 2.      SEL GLIA (NEUROGLIA)

Sel schwan yang merupakan selaput pembungkus akson termasuk sel glia. Di otak terdapat 3 macam sel Neuroglia, yaitu:

  1. Mikroglia, berfungsi sebagai makrofag (sel pemakan) zat yang tidak berguna yang masuk kedalam otak
  2. Oligpdendrosit, ikut berperan dalam membentuk selaput myelin
  3. Astrosoit, berperan untuk transport zat makanan dari kapiler darah ke akson
  1. B.     SISTEM SARAF PADA MANUSIA
  2. 1.               Sitem Saraf Pusat

Saraf pusat adalah saraf yang berfungsi sebagai pusat koordinasi terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat dilindungi oleh selaput meningja, yang tersusun atas 3 lapisan, dan dari dalam ke luar susunannya adalah:

1)         Piameter, selaput terdalam yang menyelubungi permukaan otak dan  sumsum tulang belakang. Lapisan piameter mengandung pembulu darah dan berperan member suplai oksigen dan zat makanan.

2)         Arachnoid, berupa selaput jaringan lembut, terletak antara piamater dan durameter.

3)         Durameter, merupakan lapisan terluaryang padat dan keras serta menyatu dengan tulang tengkorak atau sum-sum tulang belakang.

Rongga antara lapisan Arachnoid dengan piameter berisis cairan cerebrospinal. Cairan ini berfungsi sebagai bantalan bagi otak untuk melindungi dari benturan.

                                Bagian system saraf pusat pada manusia:

  1. Otak

Otak sebagai pusat saraf utama terletak di dalam rongga tengkorak. Volume otak dewasa 1500 cm. Pada waktu embrio otak dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

Otak depan berkembang membentuk otak besar, otak tengah berukuran kecil dan penghubung antara otak depan dan otak belakang. Otak belakang berkembang menjadi otak kecil dan sum-sum lanjutan.

  1. Otak Besar (Cerebrum)

Otak besar (Cerebrum), merupakan bagian terbesar otak manusia dan terdiri atas dua belahan yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Otak besar belahan kiri mengatur dan melayani bagian tubuh sebelah kanan begitu sebaliknya. Otak besar tersusun atas dua lapisan yaitu:

  1. Lapisan luar (korteks) lapisan tipis berwarna abu-abu berisi sel.

Permukaan lapisan korteks berlipat-lipat sehingga permukaannya lebih luas.

  1. Lapisan dalam (medulla), lapisan berwarna putih, banyak mengandung serabut saraf dendrite dan akson.

Otak besar terbagi atas beberapa bagian:

  1. Bagian depan (lobus olfaktoris), sebagai pusat penglihatan
  2. Bagian belakang (lobus oksipitalis), sebagai pusat penglihatan
  3. Bagian ubun-ubun belakang (lobus parietalis), sebagai pusat sensori
  4. Bagian ubun-ubun sadar, kesadaran, ingatan, kecerdasan, dan kemauan
  5. Otak Tengah (Mesensephalon)

Bagian otak tengah yang berkembang adalah lobus optikus, sebagai pusat reflex pupil mata dana pengatur keseimbangan tubuh.

  1. Otak Kecil (Cerebelum)

Berfungsi sebagai pusat keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan otot sebagai alat gerak dan menghaluskan gerakan. Benturan pada otak kecil dapat menggangu keseimbangan, semisal penderita sindrom parkison.

Anestetis adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri, yaitu menghilangkan kesadaran secara keseluruhan atau setempat dengan menghambat impuls saraf.

Contohnya:

  • Markain, untuk menguarangi rasa sakit saat cabut gigi
    • Prokain, untuk menghambat rambatan impuls dari organ penerima ke sumsum tulang belakang
    • Benzokain dan fenol, untuk bius local

2.   Sumsum lanjutan (Medula oblongata)

Sumsum lanjutan (Medula oblongata), merupakan penghubung antara otak kecil dan sumsum tulang belakang, letak sumsum lanjutan dibagian bawah otak besar, di depan otak kecil. Berfungsi sebagai pusat pengatur denyut jantung, pernafasan, pelebaran dan penyempitan pembuluh darah, refleksi menelan, muntah, batuk dan bersin dan kegiatan lainnya yang disadari.

  1. Sumsum tulang belakang (Medula spinalis)

Terletak didalam rongga ruas-ruas tulang belakang, memanjang mulai dari ruas tulang leher sampai dengan tulang pinggang ke dua. Di bagian dalam sumsum tulang belakang terdapat bagian yang terbentuk seperti sayap, bagian sayap depan disebut akar ventral banyak mengandung sel saraf motoris dan bagian belakang disebut akar dorsal banyak mengandung sel saraf sensoris.

Fungsi sumsum tulang belakang antaranya sebagai pusat gerak reflex dan meneruskan jalannya rangsangan dari dan menuju ke otak.

  1. 2.      Sistem Saraf Tepi

Merupakan saraf penghubung antara system saraf pusat dengan organ tubuh. Sistem saraf tepi terdiri atas serabut sraf dan ganglion (simpul saraf).

Sistem saraf tepi meliputi alur saraf sensori dan saraf motori. Alur saraf motor dibagi menjadi system saraf sadar (somatic) dan system saraf tak sadar (autonom). SIstem saraf tak sadar terbagi menjadi system saraf simpatis dan para simpatis yang bekerja saling berlawanan (antagonis).

  1. Sistem saraf soatis . saraf sadar, mengatur kerja organ tubuh secara sadar yang terdiri dari 12 pasang serabut saraf otak, yang keluar dari otak dan menuju ke organ tubuh atau ke otot tertentu dan 31 pasang serabut saraf sumsum tulang belakang yang keluar secara berpasangan dari sela-sela ruas-ruas tulang belakang.
  2. Sistem saraf viseral / autonom, mengatur kerja organ tubuh yang tidak disadari susunan saraf tak sadar terdiri atas saraf simpati dan para simpatis.
  1. C.    Mekanisme jalannya impuls

           Mekanisme jalannya rangsangan sampai terjadi tanggapan sangat rumit. Rangsangan diubah dalam bentuk aliran listrik yang disebut impuls saraf dan dialirkan sepanjang serabut saraf.

  1. Jalannya impuls sraf pada gerak biasa adalah sebagai berikut:

Reseptor        saraf sensoris         otak          saraf motoris         efektor

  1. Jalannya impuls saraf pada gerak reflex sumsum tulang belakang adalah:

Reseptor              saraf sensoris               sumsum tulang belakang         saraf motoris        efektor

Contoh gerak reflex yang berpusat disumsum tulang belakang adalah:

Refleks gerak kaki dan tangan ketika terkena benda panas

  1. Jalannya impuls saraf pada gerak reflex sumsum lanjutan adalah :

Reseptor              saraf sensoris               sumsum lanjutan         saraf motoris

efektor

Contoh gerak reflex yang berpusat di sumsum lanjutan adalah: denyut jantung, pernafasan, menelan, batuk, bersin.

  1. D.    SISTEM INDERA PADA MANUSIA

Tubuh kita dilengkapi dengan organ penerima rangsang dari luar system indera. Indera pada manusia berupa indera penglihat, pendengar, peraba, pembau, pengecap.

  1. A.    MATA

Mata kita terletak dalam rongga mata yang terlindung oleh tulang tengkorak. Untuk berfungsi optimal dilengkapi alat pelindung disekitar mata dan seperangkat otot penggerak bola mata.

  1. B.     TELINGA

Telinga merupakan alat indera yang peka terhadap rangsangan getaran bunyi. Jika sejak lahir indera pendengarannya tidak berfungsi, maka orang tersebut selain tuli juga bisu. Telinga terdiri  atas 3 bagian, yaitu telinga luar, tengah dan dalam.

  1. C.    KULIT

Selain sebagai pelindung dan pengatur suhu tubuh, kulit juga sebagai indera peraba karena terdapat beberapa saraf sensori yang disebut reseptor raba. Tidak semua permukaan kulit pada tubuh mempunyai kepekaan yang sama, ada yang peka terhadap rabaan dan ada yang peka terhadap suhu.

  1. D.    HIDUNG

Indera pembau berhubungan dengan zat kimia, zat kimia yang ada di udara dideteksi oleh hidung. Pada selaput lendir rongga hidung atas terdapat indera pembau. Rangsangan berupa bau, masuk hidung bersama dengan udara yang kita hirup gas yang kita hirup bersama dengan udara pernafasan akan mengenai selaput lender akan menimbulkan rangsangan. Rangsangan ini diteruskan oleh serabut saraf pembau ke otak untuk diolah.


 

  1. E.     LIDAH

Indera perasa juga bekerja karena rangsangan zat kimiz. Zat kimia yang terdapat dalam makanan dikenal oleh lidah karena lidah manusia mengandung bermacam-macam reseptor, yaitu reseptor sakit, reseptor sentuhan dan reseptor rasa. Reseptor berupa kuncup pengecap yang berfungsi untuk mengetahui rasa suatu zat terlarut. Tidak semua permukaan lidah peka terhadap semua rasa.

BAB 4. KELANGSUNGAN HIDUP MAKHLUK HIDUP

 

  1. 1.      ADAPTASI

Kemampuan makhluk hidup menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Tujuan makhluk hidup beradaptasi adalah mampu bertahan hidup di lingkungannya.

  1. A.    Adaptasi Morfologi (Bentuk tubuh bagian luar)

Penyesuaian bentuk tubuh dan struktur tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Contoh:

  • Berbagai bentuk kaki yang disesuaikan dengan lingkungan hidupnya
  • Berbagai bentuk paruh burung disesuaikan dengan makanannya
  • Bentuk tubuh yang stream line pada hewan air / ikan
  • Bentuk dan ukuran daun (semua ciri hidrofit, xerofit, higrofit)
  • Struktur jaringan daun (semua ciri hidrofit, xerofit, higrofit)
  • Bentuk akar (semua ciri hidrofit, xerofit, higrofit)
  • Bentuk dan struktur batang (semua ciri hidrofit, xerofit, higrofit)
  • Tipe mulut serangga
  • Gigi pada herbivore, karnivora, omnivore
  1. B.     Adaptasi Tingkah Laku

Penyesuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya malalui perubahan tingkah laku.

Contoh:

  • Anak rayap menjilati dubur rayap dewasa agar memperoleh Flagellata penghasil enzim selulase
  • Ayam memakan kerikil
  • Cicak suka mematahkan ekornya
  • Beruang kutub tidur panjang
  • Pohon jati menggugurkan daun saat musim kemarau
  • Bunglon berubah warna pada tempatyang berbeda (sel penghasil warna: morfologi. Pengaturan penyebab warna: fisiologi)
  • Paus keluar permukaan untuk bernafas
  • Ikan salmon bertelur didaerah hulu sungai
  1. C.    Adaptasi Fisiologi (Bentuk tubuh bagian dalam)

Penyesuaian fungsi alat tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya.

Contoh: (yang bersifat permanen)

  • Herbivora memiliki enzim selulase
  • Kotoran unta kering dan urinenya kental
  • Ikan air laut minum banyak, urine sedikit dan pekat, insang membuang garam
  • Ikan air tawar sedikit minum, urine banyak dan encer, insang menyerap garam

Contoh: (yang bersifat sementara)

  • Penyesuaian terhadap intensitas cahaya oleh mata
  • Penyesuaian terhadap kadar oksigen di daerah dataran tinggi
  1. 2.      SELEKSI ALAM

        Perubahan alam yang terjadi di bumi merupakan seleksi alam terhadap organisme hidup. Bagi yang mengatasi perubahan tersebut akan tetap dapat hidup, sedangkan bagi yang tidak mampu mengatasi alam akan mengalami kepunahan.

Kepunahan jenis hewan tertentu seperti dinosaurus diduga para ahli sebagai dampak adanya seleksi alam. Perubahan alam terus menerus dalam jangka waktu yang sangat lama mengakibatkan jenis dinosaurus tidak mampu lagi mempertahankan hidupnya sehingga punah dan hanya dikenal melalui fosil-fosil.

  1. 3.      PERKEMBANGBIAKAN
    1. Perkembangbiakan Tumbuhan
      1. 1.      Perkembangbiakan secara generatif pada tumbuhan

        Perkembangbiakan secara generatif / kawin pada tumbuhan melibatkan organ tumbuhan yang berupa bunga. Secara umum bagian-bagian yang menyusun bunga dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

1)      Perhiasan bunga, terdiri atas: mahkota bunga (corolla) dan kelopak bunga (calyk)

2)      Alat perkembangbiakan, terdiri atas:

  1. Benang sari / stamen, terdiri atas kepala sari dan tangkai sari
  2. Putik / pistillum, terdiri atas kepala putik,tangkai putik dan bakal buah

Berdasarkan kelengkapan bagian-bagiannya, bunga dibagi 2 kelompok, yaitu:

1)      Bunga lengkap, yaitu bunga yang memiliki semua bagian bunga

Contoh: bunga sepatu, bunga jambu, bunga lombok, dsb.

2)      Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih baian bunga. Contoh: bunga kelapa, bunga salak.

Atas dasar kelengkapan alat perkembangbiakannya, bunga dibagi 2, yaitu:

1)         Bunga sempurna, yaitu bunga yang memiliki 2 alat perkembangbiakan, yaitu: putik dan benangsari dalam 1 tangkai bunga. Contoh: bunga sepatu, bunga jambu.

2)         Bunga tidak sempurna, bunga yang hanya memiliki 1 alat perkembangbiakan, yaitu: putik saja atau benang sari saja dalam 1 tangkai bunga. Contoh: bunga salak

Berdasar keberadaannya alat perkembangbiakannya, terdapat 2 macam tumbuhan, yaitu:

1)      Tumbuhan satu yaitu tumbuhan yang memiliki bunga jantan dan bunga betina pada satu pohon. Contoh: bunga jagung, bunga kelapa

2)      Tumbuhan berumah dua yaitu tumbuhan yang bunga jantan dan bunga betina tidak terdapat pada satu pohon. Contoh: bunga salak

ü  Penyerbukan

Peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala butik disebut penyerbukan atau persarian.

Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi:

  1. Penyerbukan sendiri (autogami)
  2. Penyerbukan tetangga (geitonogami)
  3. Penyerbukan silang (allogami)
  4. Bastar

Berdasarkan factor yang membawa serbuk sari, penyerbukan dibagi menjadi:

  1. Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. Contoh: pinus, padi, jagung
  2. Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. Contoh: Hydrilla, enceng gondok
  3. Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan

Macamnya:

1)      Entomogami: penyerbukan dengan bantuan serangga. Contoh: kacang, terong

2)      Ornitogami: penyerbukan dengan bantuan burung. Contoh: dadap, bunga lili

3)      Kiropterogami: penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Contoh: durian, rindu

4)      Malakogami: penyerbukan dengan bantuan siput. Contoh: kangkung, teratai

  1. Antropogami adalah penyerbukan dengan bantuan manusia. Misalnya: pada vanilli, anggrek, salak

ü  Pembentukan sel kelamin

Sel kelamin pada tumbuhan berbunga terdiri dari gamet jantan dan gamet betina. Proses pembentukan sel kelamin disebut Gametogenesis. Yang meliputi pembentukan sperma (spermatogenesis) dan pembentukan ovum (oogenesis).

Pembentukan sel kelamin terjadi melalui proses pembelahan sel secara meiosis yang didahului oleh mitosis.

  1. Pembelahan Mitosis ialah pembelahan sel yang menghasilkan sel anakan yang jumlah kromosomnya sama dengan kromosom induk.

Fungsinya:

  • Untuk perkembangbiakan, misalnya pada Amoeba
  • Untuk perkembangan makhluk hidup
  • Untuk regenerasi

Fase-fase pembelahan mitosis:

Profase, Metafase, Anafase dan Telofase

  1. Pembelahan Meiosis ialah pembelahan sel yang menghasilkan sel baru yang mempunyai jumlah kromosom setengah dari kromosom induknya.

Pembelahan Meiosis terjadi pada pembentukan sel kelamin, tumbuhan biji terjadi pada putik dan kepala sari

ü  Pembuahan

Ialah peristiwa peleburan antara sel kelamin jantan (spermatozoa) dengan sel kelamin betina (ovum). Proses penyerbukan pada umumnya diikuti oleh pembuahan / fertilisasi, tapi tidak semua peristiwa penyerbukan selalu diikuti dengan pembuahan

Pembuahan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu pembuahan tunggal (Gymnospermae) dan pembuahan ganda (Angiospermae).

  1. 2.      Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan

Yang terjadinya individu baru tanpa melalui peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Perkembangbiakan ini terdiri atas: vegetatif alami dan vegetatif buatan. Contoh: vegetatif alami: membelah diri, fragmentasi, spora dan tunas (umumnya pada tumbuhan rendah), rizhoma, stolon / geragih, umbi (akar, batang, lapis), tunas adventif (tumbuhan tingkat tinggi). Contoh: vegetatif buatan: stek, cangkok, merunduk, okulasi, enten (menyambung), dan kultur jaringan.

  1. c.          Perkembangbiakan Hewan
    1. 1.   Perkembangbiakan Generatif pada hewan

Makhluk hidup yang berkembang biak secara generatif didalam tubuhnya akan membentuk sel-sel kelamin yang berperan sebagai alat perkembangbiakan sel-sel kelamin dihasilkan oleh alat kelamin.

     Alat-alat perkembangbiakan dan terjadinya pembuahan pada hewan

  1. Alat perkembangbiakan pada mamalia

Jantan:  –   Testis yaitu penghasil sperma

–       Vas deferens yaitu saluran sperma dan testis ke penis

–       Penis yaitu alat untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh hewan betina

Betina:  –   Ovarium yaitu penghasil ovum

–       Uterus yaitu tempat perkembangan embrio

–       Oviduk yaitu tempat terjadinya ovulasi dan fertilisasi

–       Plasenta yaitu untuk mengalirkan zat makanan dan O2 yang berasal dari induknya

–       Vagina yaitu jalan keluarnya individu baru

–       Terjadinya pembuahan didalam tubuh (fertilisasi internal)

–       Masa perkembangan embrio sebagai hewan tidak sama tergantung pada jenis hewannya. Contoh:

No

Nama hewan

Lamanya

1

2

3

4

5

6

7

8

9

 

Gajah

Kuda

Sapi

Kera

Biri-biri

Anjing

Kucing

Marmut

Tikus

84 minggu

48 minggu

40 minggu

25 minggu

21 minggu

10 minggu

8 minggu

4 minggu

3 minggu

  1. Alat perkembangbiakan pada burung

Jantan: testis, vas deferens, kloaka

Betina: ovarium, oviduk, kloaka (lubang perlepasan dan pertemuan antara ekskresi, saluran kelamin dan poros usus)

Ukuran sel telur burung lebih besar dibanding dengan hewan lain, karena terdapat cadangan makanan bagi zigot didalamnya.

Bagian-bagian sel telur burung:

–   Cangkang: terbentuk dari zat kapur dan berpori halus

–   Membran luar: Selaput yang melekat pada cangkang

–   Membran dalam: selaput yang melekat pada albumen

–   Rongga telur: tempat penyimpanan udara bagi zigot

–   Albumen: tempat cadangan makanan bagi zigot

–   Kuning telur: tempat cadangan makanan dan perkembangan embrio

–   Kalaza: tali kuning telur agar zigot tetap pada tempatnya

–   Zigot: calon individu baru

  1. Alat perkembangbiakan pada Reptilia

Jantan: testis, vas deferens, kloaka

Betina: ovarium, oviduk, kloaka

–          Terjadinya fertilisasi didalam tubuh (fertiliasi internal)

  1. Alat perkembangbiakan pada Amphibi

Jantan: testis, vas deferens, kloaka

Betina: ovarium, oviduk, kloaka

–          Terjadinya fertilisasi diluar tubuh (fertilisasi eksternal)

  1. Alat perkembangbiakan pada Ikan

Jantan: testis, vas deferens, urogenetal

Betina: ovarium, oviduk, urogenetal

–          Terjadinya fertilisasi diluar tubuh (fertilisasi eksternal)

      Perkembangbiakan Generatif pada Invertebrata

a)      Perkawinan silang: tidak dapat melakukan perkawinan sendiri, karena sel kelamin tidak matang secara bersamaan dan tidak memiliki saluran yang memungkinkan sel sperma menuju sel telur.

Contoh: cacing tanah dan bekicot

b)      Konjugasi: pertukaran inti sel yang belum jelas alat kelaminnya. Contoh: paramaecium

c)      Peleburan gamet

–       Isogami: peleburan gamet yang memiliki bentuk dan ukuran sama.

Contoh: Chlamydomonas

–       An isogami: peleburan gamet yang memiliki bentuk dan ukuran tidak sama.

Contoh: plasmodium

 

  1. 2.      Perkembangbiakan Vegetatif pada hewan

Perkembangbiakan vegetative pada hewan tidak melibatkan alat kelamin dan tidak didahului oleh fertilisasi. Umumnya terjadi pada hewan rendah.

Cara perkembangbiakan vegetatif pada hewan terdiri dari:

1)      Pembelahan sel

a)      Pembelahan Biner: 1 sel membelah menjadi 2 sel.

Contoh: amoeba

b)      Pembelahan multipel: 1 sel membalah menjadi banyak

Contoh: plasmodium

2)      Fragmentasi: pemutusan bagian tubuh. Contoh: cacing planaria

3)      Pertunasan, contoh: hydra, ubur-ubur, koral

4)      Regenerasi: penyembuhan bagian tubuh yang terputus. Contoh: cacing tanah

5)      Parthenogenesis: perkembangan sel telur tanpa dibuahi

Contoh: lebah pekerja, bintang laut

6)      Paedogenesis: perkembangan individu baru dari larva. Contoh: cacing hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s